Rabu, 03 Februari 2010

Tugas PKN 2

Kode Etik Jurnalistik

Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB.

Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama.

Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.

Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas, serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik:

Pasal 1

Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Pasal 2

Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

Pasal 3

Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Pasal 4

Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

Pasal 5

Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

Pasal 6

Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

Pasal 7

Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.

Pasal 8

Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

Pasal 9

Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

Pasal 10

Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

Pasal 11

Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Penafsiran Pasal Demi Pasal

Pasal 1

Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Penafsiran

a. Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.

b. Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi.

c. Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.

d. Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.

Pasal 2

Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

Penafsiran

Cara-cara yang profesional adalah:

a. menunjukkan identitas diri kepada narasumber;

b. menghormati hak privasi;

c. tidak menyuap;

d. menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya;

e. rekayasa pengambilan dan pemuatan atau penyiaran gambar, foto, suara dilengkapi dengan keterangan tentang sumber dan ditampilkan secara berimbang;

f. menghormati pengalaman traumatik narasumber dalam penyajian gambar, foto, suara;

g. tidak melakukan plagiat, termasuk menyatakan hasil liputan wartawan lain sebagai karya sendiri;

h. penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik.

Pasal 3

Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Penafsiran

a. Menguji informasi berarti melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi itu.

b. Berimbang adalah memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional.

c. Opini yang menghakimi adalah pendapat pribadi wartawan. Hal ini berbeda dengan opini interpretatif, yaitu pendapat yang berupa interpretasi wartawan atas fakta.

d. Asas praduga tak bersalah adalah prinsip tidak menghakimi seseorang.

Pasal 4

Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

Penafsiran

a. Bohong berarti sesuatu yang sudah diketahui sebelumnya oleh wartawan sebagai hal yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

b. Fitnah berarti tuduhan tanpa dasar yang dilakukan secara sengaja dengan niat buruk.

c. Sadis berarti kejam dan tidak mengenal belas kasihan.

d. Cabul berarti penggambaran tingkah laku secara erotis dengan foto, gambar, suara, grafis atau tulisan yang semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi.

e. Dalam penyiaran gambar dan suara dari arsip, wartawan mencantumkan waktu pengambilan gambar dan suara.

Pasal 5

Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

Penafsiran

a. Identitas adalah semua data dan informasi yang menyangkut diri seseorang yang memudahkan orang lain untuk melacak.

b. Anak adalah seorang yang berusia kurang dari 16 tahun dan belum menikah.

Pasal 6

Wartawan Indonesia tidak menyalah-gunakan profesi dan tidak menerima suap.

Penafsiran

a. Menyalah-gunakan profesi adalah segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum.

b. Suap adalah segala pemberian dalam bentuk uang, benda atau fasilitas dari pihak lain yang mempengaruhi independensi.

Pasal 7

Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan.

Penafsiran

a. Hak tolak adalak hak untuk tidak mengungkapkan identitas dan keberadaan narasumber demi keamanan narasumber dan keluarganya.

b. Embargo adalah penundaan pemuatan atau penyiaran berita sesuai dengan permintaan narasumber.

c. Informasi latar belakang adalah segala informasi atau data dari narasumber yang disiarkan atau diberitakan tanpa menyebutkan narasumbernya.

d. “Off the record” adalah segala informasi atau data dari narasumber yang tidak boleh disiarkan atau diberitakan.

Pasal 8

Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

Penafsiran

a. Prasangka adalah anggapan yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui secara jelas.

b. Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan.

Pasal 9

Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

Penafsiran

a. Menghormati hak narasumber adalah sikap menahan diri dan berhati-hati.

b. Kehidupan pribadi adalah segala segi kehidupan seseorang dan keluarganya selain yang terkait dengan kepentingan publik.

Pasal 10

Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

Penafsiran

a. Segera berarti tindakan dalam waktu secepat mungkin, baik karena ada maupun tidak ada teguran dari pihak luar.

b. Permintaan maaf disampaikan apabila kesalahan terkait dengan substansi pokok.

Pasal 11

Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Penafsiran

a. Hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya.

b. Hak koreksi adalah hak setiap orang untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain.

c. Proporsional berarti setara dengan bagian berita yang perlu diperbaiki.

Tugas PKN

Kode Etik AJI (Aliansi Jurnalis Independen)

1. Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.

2. Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar.

3. Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya dan kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya.

4. Jurnalis hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya.

5. Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang perlu diketahui masyarakat.

6. Jurnalis menggunakan cara-cara yang etis untuk memperoleh berita, foto dan dokumen.

7. Jurnalis menghormati hak nara sumber untuk memberi informasi latar belakang, off the record, dan embargo.

8. Jurnalis segera meralat setiap pemberitaan yang diketahuinya tidak akurat.

9. Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial, identitas korban kejahatan seksual, dan pelaku tindak pidana di bawah umur.

10. Jurnalis menghindari kebencian, prasangka, sikap merendahkan, diskriminasi, dalam masalah suku, ras, bangsa, politik, cacat/sakit jasmani, cacat/sakit mental atau latar belakang sosial lainnya.

11. Jurnalis menghormati privasi, kecuali hal-hal itu bisa merugikan masyarakat.

12. Jurnalis tidak menyajikan berita dengan mengumbar kecabulan, kekejaman kekerasan fisik dan seksual.

13. Jurnalis tidak memanfaatkan posisi dan informasi yang dimilikinya untuk mencari keuntungan pribadi.

14. Jurnalis tidak dibenarkan menerima sogokan.

Catatan: yang dimaksud dengan sogokan adalah semua bentuk pemberian berupa uang, barang dan atau fasilitas lain, yang secara langsung atau tidak langsung, dapat mempengaruhi jurnalis dalam membuat kerja jurnalistik.

15. Jurnalis tidak dibenarkan menjiplak.

16. Jurnalis menghindari fitnah dan pencemaran nama baik.

17. Jurnalis menghindari setiap campur tangan pihak-pihak lain yang menghambat pelaksanaan prinsip-prinsip di atas.

18. Kasus-kasus yang berhubungan dengan kode etik akan diselesaikan oleh Majelis Kode Etik

Selasa, 19 Januari 2010

Microsoft Office Powerpoint

A.MANFAAT MICROSOFT POWER POINT
1)Microsoft Power Point adalah suatu program aplikasi yang berfungsi untuk membuat presentasi dalam bnetuk slide-slide
2)Untuk menjalankan Wizard dalam mengorganisir informasi dan untuk merancang tampilan / presentasi
3)Untuk membantu mengorganisir informasi presentasi dan membantu dengan tampilan keseluruhan
B.BAGIAN DAN FUNGSI DARI MENU
•FILE
1.New
Fungsi → untuk membuat file presentasi baru

2.Open
Fungsi → untuk membuka document yang telah disimpan
3.Close
Fungsi → untuk menutup file
4.Save
Fungsi → untuk menyimpan file pada disket
5.Save as
Fungsi → untuk menyimpan file
6.Save as Web Page
Fungsi → untuk mencari file
7.Web Page Preview
Fungsi →
8.Page Setup
Fungsi → untuk mengubah ukuran halaman pada suatu slide, arah cetakan (orientasi)
9.Print Preview
Fungsi → untuk menampilkan hasil cetakan di layar monitor
10.Print
Fungsi → untuk mencetak slide ke printer

•EDIT
1.Undo New Slide
Fungsi → Untuk membatalkan perintah sebelumnya
2.Repeat Send To Mail
Fungsi → untuk mengulang pengiriman pos
3.Recipient ( as attachment )
Fungsi → sebagai penerima alat pelengkap / tambahan
4.Delete Slide
Fungsi → untuk mengahpus slide
5.Find
Fungsi → untuk mencari suatu teks
6.Replace
Fungsi → untuk mencari dan mengganti teks

•VIEW
1.Normal
Fungsi → mengubah slide dalam keadaan normal
2.Slide Sorter
Fungsi → untuk mengubah slide dalam bentuk sorter slide
3.Slide Even Show
Fungsi → untuk menampilkan slide satu layar penuh
4.Master
Fungsi →
5.Black and White
Fungsi → presentasi yang mencetak layout warna hitam dan putih
6.Toolbars
Fungsi → untuk membantu dalam bentuk gambar
7.Header and Footer
Fungsi → untuk menghapus nomor halaman
8.Zoom
Fungsi → untuk mengubah ukuran layar.

•INSERT
1.New Slide
Fungsi → untuk menambah slide baru
2.Duplicate Slide
Fungsi → menduplikat suatu obyek
3.Slide Number
Fungsi → untuk menyisipkan nomor urut
4.Date and Time
Fungsi → untuk menyisipkan data dan waktu pada slide
5. Symbol
Fungsi → untuk menampilkan symbol pada slide
6.Slides From Files
Fungsi → slide dari file
7.Slides From, Outline
Fungsi → slide dari
8.Picture
Fungsi → untuk menampilkan dan memilih gambar
9.Text Box
Fungsi → untuk membuat kotak dan tulisan
10.Movies and Sounds
Fungsi → untuk mengeluarkan film dan suara pada slide
11.Chart
Fungsi → untuk membuat grafik
12.Table
Fungsi → untuk membuat tabel
13.Object
Fungsi → untuk menyisipkan objek dari program
14.Hyperlink
Fungsi → untuk menghubungkan data dari program lain

•FORMAT
1.Font
Fungsi → sebagai efek cetak khusus
2.Bullets and Numbering
Fungsi → untuk membuat daftar bersimbol dan bernomor
3.Aligment
Fungsi → untuk membuat paragraf
4.Change Case
Fungsi → untuk mengubah bentuk huruf
5.Replace Fonts
Fungsi →
6.Slide Layout
Fungsi →
7.Slide Color Scheme
Fungsi → menentukan bagian warna pada suatu slide
8.Background
Fungsi → untuk mengubah background slide
9.Apply Design
Fungsi → untuk design suatu slide

•TOOL
1.Spelling
Fungsi → untuk mengecek ejaan
2.Language
Fungsi → untuk memilih bahasa
3.Autocorrect
Fungsi → untuk memeriksa kembali

•SLIDES SHOW
1.View Show
Fungsi → untuk menampilkan tampilan
2.Custom Animation
Fungsi → memberikan efek animasi
3.Animation Preview
Fungsi → untuk menampilkan animasi pada layar
4.Slide Transition
Fungsi → untuk memberikan efek-efek tertentu saat terjadi perpindahan dari slide satu ke slide yang lain.

•WINDOW
1.New Window
Fungsi → untuk membuka jendela baru
2.Next Page
Fungsi → ke obyek lain

•HELP
1.Ms. Power Point Help
Fungsi → untuk menampilkan bantuan Power Point
2.What’s This ?
Fungsi → untuk menampilkan bantuan pada objek yang ditunjuk.

C.BAGIAN DAN FUNGSI TOOL
Toolbars Standart :

1.New : untuk membuat file presentasi baru
2.Open : untuk membuka file
3.Save : untuk menyimpan file
4.E-Mail : untuk mengirim data lewat E-Mail
5.Search : untuk mencari teks/file
6.Print : untuk mencetak file presentasi
7.Print Preview : untuk menampilkan hasil ke layar
8.Spelling : untuk mengatur ejaan teks bahasa Inggris
9.Cut : untuk memindah data dari satu cell ke cell lain
10.Copy : untuk mencopy data
11.Paste : untuk menampilkan data yang telah dicopy
12.Format Painter : untuk kembali ke format semula
13.Undo : untuk membatalkan perintah sebelumnya
14.Redo : membatalkan perintah Undo
15.Insert Chart : untuk menyisipkan / membuat grafik
16.Insert Table : untuk menyisipkan / membuat table
17.Tables & Borders : untuk menampilkan toolbars tables & Borders
18.Insert Hyperlink : untuk menghubungkan suatu data dengan program lain
19.Expand All : menampilkan teks semua dibawahnya
20.Show Formating : untuk menampilkan bentuk pemformatannya
21.Show/Hide Grid : menampilkan/menyembunyikan garis grid
22.Color / Grayscale : mengubah warna tampilan
23.Zoom : untuk mengubah ukuran tampilan slide
24.Microsoft Power Point Help : untuk mencari perintah bantuan

Toolbars Formatting :
1.Font : untuk memilih bentuk huruf
2.Font Size : untuk mengubah ukuran font
3.Bold : untuk membuat teks tebal
4.Italic : untuk membuat teks miring
5.Underline : untuk membuat teks bergaris bawah
6.Shadow : untuk memberi bayangan teks
7.Align Left : untuk membuat teks rata kiri
8.Center : untuk membuat teks di tengah
9.Align Right : untuk membuat teks rata kanan
10.Numbering : untuk menampilkan nomer pada teks
11.Bullets : untuk menampilkan tanda bullet pada teks
12.Increase Font Size : untuk memperbesar ukuran font
13.Decrease Font Size : untuk memperkecil ukuran font
14.Decrease indent : untuk memindah left indent ke kiri
15.Increase indent : untuk memindah left indent ke kanan
16.Font Color : untuk mengubah warna teks
17.Slide design : untuk mengubah design suatu slide
18.New Slide : untuk membuat slide baru
Untuk memulai PowerPoint tentu yang pertama kali harus dilakukan menghidupkan komputer (hik hik). Selanjutnya klik Star Menu – All Programs – Microsoft Office – pilih Microsoft Office PowerPoint. Tampilan PowerPoint :

menu-powerpoint

Keterangan:

1). Menu Bar. Menu Bar terdiri Menu-File, Menu-Edit, Menu-View, Menu-Insert, Menu-Format, Menu-Tools, Menu-Slide Show, Menu-Windows dan Menu-Help. Setiap Menu di atas mempunyai perintah yang berbeda-beda, contoh :

  • Menu-File : New (document baru), Open (membuka file), Save(menyimpan), Save As … (menyimpan sebagai : maksudnya sebagai file baru, yang lama tetap ada).
  • Menu-View : Normal, Master (Slide Master), Task Pane dll.
  • Menu-Format : Background (latar belakang kanvas), Slide Design dll.
  • Dll lagi ya …

2). Task Pane. Task Pane terletak di sebelah kanan layar kanvas. Task Pane mempercepat kerja mengolah kanvas. Apabila Task Pane belum tampil, maka pilih Menu-View, klik Task Pane, maka akan tampil disebelah kanan kanvas kerja. Beberapa menu Task Pane yang perlu diketahui untuk mempercepat kerja antara lain :

  • New Presentation (membuat dokumen atau kanvas kerja baru).
  • Slide Layout. Desain atau model tulisan di kanvas.
  • Slide Design. Design Template: desain atau model background (latar belakang) kanvas yang telah ada (CATATAN: gambar dapat diganti sesuai keinginan kita). Color Schemes: pilihan warna template (background) yang kita pilih. Animations Schemes: bentuk animasi obyek ehm… ehm…. Muncul dan keluarnya obyek di kanvas kerja.Obyek dapat berupa tulisan maupun gambar.
  • Customs Animation. Fitur untuk membentuk animasi obyek (tulisan/gambar). Customs Animation mempunyai 2 tombol pilihan: Add Effect dan Remove. Remove berfungsi untuk menghapus effect obyek, atau bisa melalui tombol delete di keyboard. Tombol Add Effect berisi pilihan: 1. Entrance : bentuk munculnya obyek. 2. Emphasis : model animasi obyek setelah tampil supaya lebih hidup dan menarik. 3. Exit : keluarnya animasi obyek setelah ditayangkan. 4. Motion Paths : pergerakan obyek, setelah Entrance (muncul), Emphasis maupun Exit.

3). Drawing Toolbar. Sekumpulan ikon yang terdapat beberapa fungsi berbeda, seperti: Auto Shapes untuk membuat bermacam-macam bentuk garis, kotak maupun lingkaran; Tex Box untuk membuat sebuah obyek yang terpisah dengan obyek lain; WordArt untuk memilih model tulisan yang lebih variatif; Fill Color untuk mewarnai background suatu obyek; Line Coloruntuk memberi warna garis tepi obyek; Font Color mewarnai font; Shadow Style untuk memberi efek bayangan obyek; dll tentunya.

drawing-toolbar

Semoga bermanfaat.

PRESENTASI

Presentasi pada dasarnya adalah komunikasi. Dalam presentasi, kita berkomunikasi dengan audien atau pendengar untuk menyajikan hal-hal atau materi yang dipresentasikan. Karena itu, dalam presentasi, kita perlu membuat pesan yang kita sampaikan itu
(i) Dapat dipahami dan dimengerti oleh pendengar,
(ii) Jelas dan menarik
(iii) Lugas, tidak bertele-tele
(iv) Singkat, padat, tapi logis
(v) Memberikan masukan yang konstruktif
(vi) Jelas tujuan dan hasil yang akan dicapai.


Presentasi Efektif dan Efisien

Presentasi yang efektif dan efisien memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
• Tujuannya jelas
Tentukan dan jelaskan tujuan presentasi sehingga audien tahu mau kita ajak ke mana mereka.
• Fokusnya pada pendengar dan hasil yang akan dicapai
Perilaku dan kondisi audien akan menentukan kecepatan, kelancaran, dan tingkat presentasi. Hasil yang diharapkan akan menentukan isi materi presentasi.
• Materinya dapat diukur dan kontekstual
Sampaikan materi yang dapat diukur dan kontekstual untuk mencapai hasil yang optimal, dan tidak membicarakan di luar konteks.
• Medianya sesuai
Gunakan media yang sesuai untuk membantu audien dalam memahami materi presentasi.

Tipe Presentasi
Paling tidak ada empat tipe presentasi. Tentukan presentasi kita dan metode presentasi yang sesuai. Berikut ini ada empat tipe presentasi.
• Persuasif: kita berusaha mempengaruhi audien agar mengikuti presentasi kita dan mau melakukan apa yang kita maksudkan.
• Eksplanatori: menjelaskan dan menyampaikan pesan secara lengkap. Pada umumnya, kita menjelaskan dan mengidentifikasi butir-butir pokok, kemudian menjelaskannya secara butir-butir pokok tersebut secara rinci.
• Instruksional: mengajarkan materi kepada audien. Dalam hal ini, persenter banyak melibatkan audien dalam presentasinya sebagaimana jika guru mengajar.
• Laporan: sampaikan laporan secara singkat, jelas, lugas, dan dapat dipahami. Data-data, contoh-contoh, dan bukti-bukti pendukung laporan hendaknya juga ditunjukkan dan disampaikan dalam presentasi.

Persiapan Presentasi
• Tentukan tujuan presentasi
a) Untuk apa presentasi ini? Mengapa saya mempresentasikannya?
b) Nyatakan hasil yang akan dicapai dalam presentasi.
c) Identifikasi materi pesan yang akan dipresentasikan.
d) Buat dan pilih konteks yang realistik.
e) Sesuaikan dengan latar belakang audien (pengalaman, pendidikan, keahlian)
f) Buat fokus target yang realistik.
• Analisislah audien
a) Identifikasi latar belakang audien
b) Identifikasi tujuan audien mengikuti presentasi penyuluhan
c) Cermati keunikan audien
d) Cermati kebiasaan audien
e) Perhatikan format dan pendekatan yang sesuai dengan audien
• Pra Perencanaan
a) Buat kerangka presentasi
b) Batasi tujuan
c) Tentukan tipe presentasinya
d) Tentukan pendekatan presentasinya
e) Buat kerangka urutan penyajian
f) Pilih media yang tepat
g) Pilih sumber bahan yang handal
h) Tulis rencana presentasi
• Pemilihan Materi
a) Sesuaikan dengan tujuan
b) Sesuaikan dengan audien
c) Sesuaikan dengan lama waktu
d) Fokuskan pada apa yang dipresentasikan
e) Seberapa jauh audien tahu materi itu
f) Seberapa banyak materi yang dapat dicakup
g) Apa yang harus disampaikan untuk mencapai tujuan
h) Apa materi yang harus disiapkan meskipun tidak dipresentasikan
i) Gunakan buku, jurnal, hasil penelitian, majalah, dan dokumen lain untuk sumber materi presentasi
• Penataan Materi
a) Susunlah materi secara sistematis
b) Buat materi yang mudah disampaikan awal, baru materi yang lebih sulit.
• Presentasi Materi
Lakukan presentasi dengan percaya diri. Yakinlah bahwa Anda bisa melakukannya.

PROGRAM PERSENTASI

1. Power Point.
Suka tidak suka bahwa Power Point adalah software yang paling banyak digunakan para User. Kemudahan menggunakannya adalah salah keunggulan yang ditawarkan oleh Microsoft. Saat ini Microsoft telah mengembangkan software ini menjadi software yang paling populer dikalangan User.

2. Flash
Untuk presentasi yang menakjubkan bahwa Anda juga dapat meletakkan on-line Flash yang jauh presentasi teknologi terbaik di pasar. Dengan efek animasi dan kemampuan untuk impor video yang menakjubkan. Permasalahannya adalah memerlukan keahlian yang tinggi untuk menciptakan suatu presentasi yang bagus.

3. Open Office Impress
Open Office yang merupakan perangkat bebas (free) - presentasi teknologi open source. Berisi sejumlah fitur yang tidak tersedia di PowerPoint. Kita dapat melihat pada tampilan Di Open Office kesan lebih baik daripada PowerPoint? dan kesan Gratis Template.

4. Apple Keynote
Bagi anda menggunakan Mac OS dapat menggunakan Apple Keynote untuk keperluan membuat presentasi. Mereka baru saja mengeluarkan versi baru. Apple meluncurkan iWork 8 dengan Keynote Update

5. Photoshop
Jika Anda ingin membuat presentasi anda bagus maka anda memerlukan cara mudah mengedit foto - misalnya dapat menyesuaikan warna, atau membuat gambar transparan. sebagai alternatif anda juga dapat menggunakan open source sepert Gimp.

6. NXPowerLite
NXPowerLite dapat memampatkan file sebanyak 75%, membuatnya lebih mudah untuk menggunakan, menyimpan dan berbagi. Mengurangi ukuran file yang lebih signifikan dari pos kompresi dan menghapus perlu unzip. www.nxpowerlite.com

7. PowerPlugs Charts
Jika Anda ingin membuat grafik yang tampak profesional dan grafik di PowerPoint, maka Anda akan menemukan PowerPlugs Charts pretty hard to beat. Satu-satunya keuntungannya adalah bahwa ketika Anda telah membuat grafik itu tidak mudah orang lain untuk mengubah gambar/grarif tersebut.

8. Perspector
Merupakan tools untuk membuat bentuk 3d untuk PowerPoint. Baca review Perspector.

9. Color Schemer
Sebuah tools online yang menawarkan pemilihan warna yang sangat lengkap untuk menghasilkan presentasi yang bagus.

10. PowerConverter
PowerConverter adalah tools yang relatif kecil yang dapat meng-konversi PowerPoint ke Flash. Ini merupakan cara bagus untuk memberikan presentasi online dan Anda dapat mencakup navigasi. Namun tidak sepenuhnya kompatibel dengan semua jenis animasi. Namun meruapakan cara yang baik untuk memberikan presentasi online.